Media Massa Untuk Siapa ?


Media Massa Untuk Siapa ?

Media Massa Untuk Siapa ?

menjawab pertanyaan di judul postingan, pasti harusnya jawaban yang paling tepat adalah UNTUK MASYARAKAT. tapi apa kenyataannya benar begitu ?…

masih ingat banget di ingatan gw tentang pelajaran prinsip-prinsip media massa yang pernah diajarin sama dosen-dosen gw waktu masih kuliah jurusan Komunikasi di salah satu universitas negeri di kota Depok. waktu itu memang gw mengaminin kalau posisi media massa sebagai media yang punya tujuan sebagai media penghubung, pengawasan, transfer budaya, dan pengawasan, cukup sangat gw kagumi sangat tujuan-tujuan itu sangat sangat mulia bagi gw.

masih dengan topik tulisan yang hampir mirip dengan tulisan sebelumnya yang pernah gw posting mengenai Partai Politik di Media Massa. kali ini gw cuma mau mengupas beberapa bukti yang benar-benar nyata kalau ternyata media massa saat ini di Indonesia banyak “diketekin” sama partai politik.

pertama gw akan membahas bukti dari:

TV ONE/VIVA.CO.ID/ANTV (Partai GOLKAR)

Ardi Bakrie Tak Suka Ada Iklan di Viva News

Ardi Bakrie Tak Suka Ada Iklan di Viva News

setelah perusahaan-perusahaan media tersebut diakuisisi oleh keluarga Bakrie, nyaris banyak perubahan yang gw amati. dengan pengalaman gw sebagai mahasiswa yang selama 3 tahun lebih belajar mengenai media massa dan gaya berkomunikasi, sangat mutlak gw yakin kalau semua pemberitaan di TV One, Viva News, dan ANTV banyak “disetir” oleh pemiliknya, yaitu keluarga Bakrie.

seperti yang banyak orang tahu keluarga Bakrie adalah keluarga yang sangat Golkar banget, gimana gak Arburizal Bakrie kan ketua umum Golkar. selain itu juga beliau juga lagi giatnya promosi sebagai Calon Presiden di tahun 2014 ini. interfensi dari keluarga Bakrie sangat kuat ketika hampir semua pemberitaan yang negatif atau cenderung mengarah ke negatif tidak akan mungkin dikupas di TV One, Viva News, atau ANTV. kasus lumpur Lapindo yang kembali menghangat pun ibarat berita sampingan yang tidak bermakna untuk ditayangkan.

bukti nyata berikutnya adalah ditegurnya para petinggi di media Viva News akibat menempatkan iklan Jokowi (capres dari partai lain – PDIP) di laman Viva News. melihat dari susunan bahasanya ke para petinggi rekanan bisnis di Viva News, bagi gw sangat menyakitkan.  bagaimana tidak, kata “bodoh” bisa keluar dari bos ke bawahannya, itu sangat merendahkan dan menyakitkan. memang Ardi Bakrie sempat membantah telah mengirim email tersebut, tapi yang bikin heran beliau juga mengakui kalau sudah marah-marah karena ada iklan Jokowi di Viva News.

terlepas jika ini adalah langkah kampanye hitam dari lawan politik lain. seharusnya jika ini memang kampanye hitam buat apa Ardi Bakrie mengaku sudah marah ke petinggi Viva News tentang iklan Jokowi ? berarti memang benar dia tidak suka ada iklan tersebut.

RCTI/GLOBAL TV (Partai Hanura)

Kuis Kebangsaan WIN-HT

Kuis Kebangsaan WIN-HT

setelah diakuisisi MNC Group tiga stasiun TV favorit bangsa ini mendadak jadi penuh kepentingan politik. alasannya sang CEO dari MNC Group, Hary Tanoesodibjo adalah Calon Wakil Presiden dari partai Hanura – mendampingi Wiranto.

bukti paling kuat adalah adanya “Kuis Kebangsaan”  dan “Indonesia Cerdas” yang ditayangkan RCTI dan Global TV sebelum masa kampanye dimulai. bukti paling mencolok kalau kuis ini “diketekin” sang pemilik adalah: tagline kuis menggunakan kata “Bersih, Peduli, Tegas” yang sebenarnya adalah tagline dari partai Hanura. kemudian untuk memenangkan kuis ini pemirsa harus memilih box W, I, N, H, atau T. sekedar info Wiranto dan Hary Tanoesodibjo meng-campaign pencapresan mereka dengan tagline WIN HT. selain itu, pemberitaan kegiatan kampanye WIN HT di RCTI dan Global TV juga sangat intensif sekali.

jadi lengkap lah sudah bukti untuk dua stasiun tv ini kalau mereka jelas-jelas ditunggangi sang pemilik yang juga pemegang kekuasaan di suatu partai politik. padahal masih ingat banget janji Hary Tanoesudibjo untuk gak memakai RCTI dan Global TV untuk kegiatan kampanyenya, tapi janji ya tinggal janji, sang penguasa sendiri yang ingkar.

METRO TV/Media Indonesia (Partai Nasional Demokrat – NASDEM)

Surya Paloh Bos Metro TV dan Partai Nasdem

Surya Paloh Bos Metro TV dan Partai Nasdem

gw akuin usaha partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai partai baru di pemilu di tahun 2014 ini sangat massif sekali. media massa yang dipimpin oleh Surya Paloh yang juga pemimpin dari partai Nasdem turut banyak andil dalam mengontrol pemberitaan di Metro TV dan Media Indonesia.

mulai dari iklan yang menjurus untuk menggiring penonton untuk tidak memilih partai lama, sampai dengan lamanya durasi pemberitaan untuk Partai Nasional Demokrat dan Surya Paloh sangat janggal gw rasain sebagai penonton TV. walaupun gw akuin kalau Metro TV masih mencoba untuk juga berimbang dalam pemberitaan partai politik lain ketika pemilu 2014 berlangsung, tapi siapa yang akan tahu nantinya 5 tahun ke depan Metro TV akan mulai cari “gara-gara” dengan partai poltik lain, dengan menghujat hingga menyiarkan berita yang selalu bersifat negatif tentang partai yang “berseberangan” dengan Nasdem dan Surya Paloh.

Media Massa Harusnya…

media massa seharusnya punya sifat berimbang dalam menyajikan berita kepada masyarakat. INGAT…frekuensi dan semua sumber dayanya menggunakan kekayaan bangsa Indonesia, jadi tolong hargai aset bangsa yang kalian gunakan untuk menyiarkan informasi ke masyarakat.

para pekerja media massa pun akhirnya merasakan banyak tekanan dari pemilik dan prinsip jurnalistik yang mereka anut. para pemilik media massa dengan mudahnya menekan para pekerja itu dengan ancaman dipecat jika tidak mau mengikuti kemauan pemilik dan partai politiknya.

saat ini mencari pekerjaan lumayan sulit. ditambah lagi para pekerja media massa harus menghidupi keluarganya. faktor ini yang menurut gw membuat beberapa dari mereka lebih memilih mengikuti kemauan sang bos besar agar tetap bisa bekerja demi menghidupi keluarga mereka…demi itu semua mereka menanggalkan prinsip jurnalistik yang sejak dulu mereka sucikan dan anggap mulia.

tidak semua seperti itu…tapi mungkin kan ada yang seperti itu…!

QR Code: Media Massa Untuk Siapa ?

QR Code: Media Massa Untuk Siapa ?

 

One thought on “Media Massa Untuk Siapa ?

  1. Yah namanya punya sendiri bro pastinya mengusung nama sang pemilik. Selamanya media massa di tanah air tercinta pasti disetir buat kepentingan sang empunya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s