Menulis


yaa…sumpah kali ini gue gak ada ide tentang judul apa yang menurut gue bisa mencerminkan poin yang akan gue tulis. bermula dari sebuah kutipan yang berhasil gue dapet sebagai imbalan balas jasa gara-gara gue udah posting tulisan gue yang ke sekian di blog. kalimatnya kayak gini.

There are three rules for writing a novel. Unfortunately, no one knows what they are. -W. Somerset Maugham-

ya itulah kalimat yang sebenarnya secara pengertian gue ngerti. karena selama masih bahasa manusia bisalah pake Google Translate kan. kalo diartikan secara biasa sih kalimat di atas bunyinya jadi

Ada tiga aturan dalam menulis Novel, sayangnya gak ada yang tahu apa itu. -W. Somerset Maugham-

sekedar perkenalan W. Somerset Maugham adalah seorang penulis novel dan cerita pendek terkenal asal Inggris. pada jamannya, pak Somerset yang lahir pada 25 Januari 1874 ini dikenal sebagai penulis yang sangat populer dan bahkan dikabarkan menjadi penulis dengan bayaran termahal pada sekitar tahun 1930-an.

Somerset Maugham

W. Somerset Maugham

kembali ke pembahasan gue, kali ini gue mau coba untuk mengupas kutipan yang gue dapet hari ini. gue akan tulis mengenai apa yang gue pikirkan, jadi kalo misalnya lo punya pendapat lain, itu bagus. dan silakan berkomentar di bagian komen di bawah.

menurut gue arti dari kalimat di atas adalah, setiap penulis punya gaya dan kebebasan masing-masing untuk menulis. gak ada aturan yang mengekang satu penulis harus mulai bercerita dari awal, bisa dimulai dari belakang (flashback) bisa juga dikreasiin sesuai kehendak penulisnya. jadi istilahnya menulis itu gak ada aturan yang mengekang atau patennya. setiap orang berhak mengekpresikan gaya menulisnya sebebas-bebasnya.

dan kalo kita sedang baca satu buah novel, cerpen, atau sekedar tulisan sederhana dari seseorang, menurut gue kita sebagai pembaca sedang mengolah gaya berpikir dari si penulis. ketika kita membaca kita akan langsung masuk ke alam berpikir si penulis, jadi harapannya supaya kita dan si penulis punya pikiran yang sama dan alur yang sama pada satu buah cerita.

jadi boleh dong gue akhirnya menciptakan satu buah kutipan:

membaca bukanlah proses mencerna kalimat, tapi merupakan satu usaha menyamakan pikiran dengan si penulis

salam SpidolBekas.

QR Code:

QR Code

QR Code

7 thoughts on “Menulis

  1. kalimat yang bagus bro, namun izinkan saya untuk tidak setuju😀
    membaca, bagi saya, adalah usaha memahami pemikiran penulis untuk kemudian mengembangkan pemikiran sendiri.

    Like

  2. yang saya pikirkan, bagaimana bisa bilang kalau ada 3 aturan tapi ga ada orang yang tahu apa saja aturan tsb. kok bisa bilang ada 3. hmm….

    Like

  3. kirana :

    yang saya pikirkan, bagaimana bisa bilang kalau ada 3 aturan tapi ga ada orang yang tahu apa saja aturan tsb. kok bisa bilang ada 3. hmm….

    itu hanya kalimat kiasan…maksudnya gak ada sama sekali aturan baku untuk memulai menulis

    Like

  4. Pingback: Inspirasi Menulis Dari Somerset | Oripedia Info

  5. menurut saya membaca tidak hanya usaha untuk menyamakan pikiran dengan si penulis atau memahami pemikiran penulis saja, membaca merupakan sebuah konsep yg menggabungkan antara pemahaman dan pemikiran seseorang, dimana para pembacanya ingin mengetahui apa yg diinginkan oleh si penulis

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s