Menjadi Putih yang Sebenarnya


postingan kali ini SpidolBekas tulis bertepatan dengan hari raya idul fitri di tahun 2011. di tahun ini banyak cerita-cerita dan pengalaman yang sebenarnya bisa dibagi dan dijadikan pelajaran untuk semuanya, tapi mungkin kalo ditulis gak akan cukup ya ? tapi bagaimanapun juga sebagian dari pelajaran yang gw dapet tahun ini udah sebagian gw tulis di postingan yang terdahulu. coba liat-liat aja ya biasanya postingan nya itu gw tulis untuk kategori “bebas bicara” dan “pengetahuan.”

biasanya di penghujung bulan ramadhan alias di awal bulan syawal kebanyakan orang-orang bilang kalo inilah saatnya hari kemenangan di mana kita terlahir kembali menjadi pribadi yang baik dan kembali suci dalam arti kata lainnya “putih.”

"Putih"

"Putih"

tapi pertanyaannya apa benar kita telah kembali jadi putih ?

well, kalo emangnya lo salah persepsi mengenai arti kata putih, ini bukan berarti putih dalam arti warna kulit yang banyak diributkan sama kaum artis wanita dan pria metroseksual loh.

putih yang gw maksud di sini adalah kita udah kembali menjadi orang yang baik, mampu melandasi setiap keputusan dan kegiatan kita sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT dan mampu menjaga keimanan kita tanpa ada upaya sedikitpun untuk ‘membahayakan’ kadar keimanan kita.

di bulan ramadhan ini gw akui lebih banyak difokusin ke hal-hal yang berbau ibadah, kenapa ?

karena, gw kayaknya udah sadar di umur gw yang emang gak muda lagi bisa dibilang, udah saatnya gw tinggalkan perilaku bandel gw di tahun kemarin dan saatnya berusaha menjadi pribadi yang dewasa. ditambah lagi di umur segini, biasanya udah kepikiran masa depan aja gw, masa depan di mana gw harus bisa jadi imam yang baik untuk anak istri gw kelak. di sebuah masa di mana keimanan istri dan anak gw jadi tanggung jawab gw sendiri. jangan sampai nanti ada keturunan gw yang pindah keyakinan kalo bisa. karena bagaimana pun prinsip hidup gw “lahir dalam Islam, mati pun dalam Islam.” syukur-syukur bisa mati syahid.

bulan ramadhan tahun 2011 bisa dibilang saatnya evaluasi diri dan instrospeksi diri. tujuannya untuk melihat ke belakang lebih lanjut apakah setiap tindak tanduk kita udah sesuai dengan perilaku baik yang dilakukan oleh banyak orang sesuai dengan apa yang dicontohkan sama orang-orang terdahulu dari kita.

Mungkin udah saatnya introspeksi dan evaluasi diri

Mungkin udah saatnya introspeksi dan evaluasi diri

beberapa hal yang emang harus ditekankan di tahun berikutnya, hasil dari pembelajaran di bulan ramadhan ini adalah: menyambung tali silaturahmi, menjaga lisan dan perbuatan, dan menjadi pribadi yang sabar dan tenang.

tiga poin di atas adalah hal-hal yang menurut gw amat sangat membantu untuk bikin diri gw jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

pertama, kalo kita sendiri mampu menyambung tali silaturahmi, berarti bisa dibilang kita adalah orang yang mampu menjaga sebuah hubungan. karena secara otomatis pastinya kawan-kawan dan sahabat kita akan selalu kenal kita lebih baik, dan mungkin ke depannya bisa lebih dekat lagi.

dalam ilmu bisnis hubungan dengan relasi itu penting, bahkan menurut gw salah satu pekerjaan yang banyak bersilaturahmi itu adalah pebisnis atau businessman. yaa…walaupun kegiatan silaturhami konon biasanya untuk menjaga hubungan supaya bisnis semakin lancar tapi paling gak ada usaha dari mereka untuk menjaga silaturahmi kan ? di ilmu bisnis juga diajarkan memperbanyak teman atau relasi dengan cara berkenalan ke sana sini. ini juga bisa membuktikan kalo silaturahmi bisa memperbanyak rezeki. gimana enggak coba kalo lo punya bisnis dan punya banyak kenalan, mungkin dan pastinya gak akan sulit buat lo untuk mengembangkan bisnis lo sendiri dengan bantuan teman-teman lo.

poin kedua adalah menjaga lisan dan perbuatan. mungkin sebagian dari kita atau gw sendiri pun kadang susah jaga lisan dan perbuatan kita. menjaga lisan itu menurut gw adalah gimana caranya lo bisa bertutur kata baik tanpa ada upaya atau pernah sama sekali menjelek-jelekan orang lain. kalo masalah jelekin orang lain itu menurut gw ada dua dimensinya. pertama, lo sendiri yang jelekin orang lain di depan matanya, dan yang kedua adalah lo yang jelekin orang lain dari belakang, dalam arti kata ngegosip. bagi gw yang paling buruk adalah poin kedua yaitu omongin orang dari belakangnya, biasanya yang diomongin adalah kekurangan orang lain, teruuuss terusan ngomongin orang itu sampe kita sendiri gak sadar kalo mungkin diri sendiri punya kelemahan yang lebih buruk dan hina daripada orang yang kita omongin.

tren anak muda jaman sekarang kebanyakan punya istilah ‘ngecengin,’ ini tuh sama aja kayak nyindir gitu lah tapi mereka bilangnya dalam kondisi bercanda. jadi kalo ada orang dicengin trus marah pasti langsung dianggap gak bisa diajak becanda. nah poin yang pengen gw tekankan di sini adalah gimana caranya lo bisa…bolehlah becanda atau ngecengin temen lo, asalkan hal-hal yang jadi bahan untuk becanda lo gak nyangkut hal-hal pribadi temen lo yang gak mau diungkap atau keadaan status sosial ekonominya. dan perlu buat lo untuk bisa lebih peka sama suasana, jadi kalo ada temen lo yang lagi lo cengin, raut muka nya udah bete atau males gitu, lebih baik jangan diterusin dan lebih baik langsung minta maaf ke dia.

untuk permasalahan perbuatan, apapun yang lo lakuin semuanya berawal dari lisan lo sendiri. kalo lo bisa menjaga lisan lo, gw yakin otomatis pasti setiap perbuatan lo akan baik. karena menurut ilmu yang gw tau setiap pagi sebelum kita terbangun seluruh anggota tubuh kita akan berseru kepada lisan kita untuk tidak berbuat banyak dosa. karena menurut mereka lisan lah yang bisa menjerumuskan mereka ke neraka atau memberi kebahagiaan di surga kelak.

poin terakhir, yang ketiga adalah menjadi pribadi yang sabar dan tenang. di bulan ramadhan ini gw mendapat banyak ilmu di mana salah satunya adalah tips untuk buat diri sendiri lebih tenang. tipsnya adalah dengan cara perbanyak dzikir. dan ternyata setelah gw cari di berbagai sumber emang ternyata dzikir bisa membuat kita lebih tenang menghadapi masalah dan menghindari dari kegalauan. waktu yang terbaik untuk dzikir ada di 4 waktu, yaitu: ketika ba’da subuh, ketika matahari sedang berada di puncak (waktu dzuhur), ketika matahari akan tenggelam, dan yang terakhir ketika tepat tengah malam. selain itu imbangi dzikir lo dengan banyak doa kepada Allah SWT. doa lah untuk minta ketenangan kepada-NYA. niscaya pasti dikasih kok, gak mungkin kagak.

jadi kesimpulannya adalah:

menjadi pribadi yang baik itu proses belajar. manusia gak bisa jadi super suci seperti malaikat karena ada nafsu di dalam diri kita. dan itulah yang membuat kita sempurna namun nafsu juga lah yang bisa menjerumuskan kita.

intinya kalo emang kita tahu kekurangan yang kita punya dan ada perbuatan yang kurang berkenan di diri kita, akan lebih baik kalo kita gak melakukannya lagi dan lagi. karena orang pintar adalah orang yang bisa belajar dari kesalahannya. dan orang bodoh adalah kebalikannya.

Salam SpidolBekas !!

QR Code:

QR Code

QR Code

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s