Negara Ini Gak Butuh Pengkritik


kalo bisa dibilang sebenarnya gw udah gerah sama yang namanya debat berita di berbagai stasiun televisi. kenapa ?

karena menurut gw para narasumber yang diundang itu cuma bisa sampaikan kritik mereka. dan gak jarang timbul perselisihan kecil di antara tim pengkritik dan pembela. ya perdebatan keras mengenai apa yang harus dilakukan sama apa yang sudah dilakukan sering bersimpangan.

Kritik Itu (harusnya seperti) Apa ?

Kritik Itu (harusnya seperti) Apa ?

upaya kritik dan mengkritik gak sampe situ doang, banyak acara yang bertema hiburan yang menyentil politik, gw yakin lo tau itu apa…berdurasi sampai 2 jam, tapi menurut gw gak pernah menghasilkan apa-apa toh.

banyak anggapan kalo kritik itu ya harusnya membangun. tapi menurut gw kebanyakan dari pengkritik di Indonesia suka kritik yang gak jelas, dan terus mengkritik tanpa ada upaya membangun.

sebenarnya apa sih makna dari “kritik yang membangun” ?

kalo menurut gw kritik yang membangun itu adalah di mana satu kritik yang datang dari kita dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, dan kita sendiri sebagai pengkritik bisa melakukan usulan yang kita kritik.

contohnya begini: misalnya lo dapet nilai yang jelek di proyek ilmiah lo, dan temen lo datang dan mengkritik gaya penelitian lo yang menurut dia gak bagus, nah selain mengkritik dia juga memberi solusi untuk merancang penelitian karena ternyata proyek ilmiah dia dapet nilai sempurna.

nah beginilah sebenarnya kritik yang membangun, lo baru bisa mengkritik orang lain kalo lo udah pernah berhasil melakukan hal apa yang orang lain gagal lakuin. jadi lo harus bisa buktiin ke orang yang lo kritik, kalo lo pernah melakukan hal yang sama dan berhasil, jadi kenapa dia harus gagal toh.

lain lagi kalo lo belom pernah lakuin hal yang orang lain lakuin, dan lo dengan pede-nya berkoar-koar mengkritik orang itu. kalo gw ketemu sama pengkritik kayak gitu, mungkin gw akan lepas sandal gw, dan gw masukin ke mulut orang itu, haha

nih gw kasih contoh mengenai pengkritik gak jelas yang gak pantes mengkritik. ada kan misalnya, nih contohnya nih, seniman yang gak tau apa-apa tentang politik dan bagaimana cara kelola negara tapi garang banget kalo masalah mengkritik pemerintah ? itu cuma contoh…gw gak tau sih ada apa gak yang kayak gitu. semoga aja gak ada ! menurut gw orang kayak gitu salah tempat dia…soalnya dia mengkritik hal yang emang bukan di bidangnya, lain lagi kalo dia mengkritik seniman lain yang lebih buruk dari dia, itu boleh boleh aja…

gw baru aja baca di VivaNews mengenai beberapa tokoh terbaik bangsa mengirimkan surat ke presiden mengenai permasalahan korupsi di Indonesia. mereka bukannya mengkritik tapi mereka mendukung.

sumpah pas gw baca gw sedikit bangga dengan mereka. karena mereka lebih banyak meluangkan waktu mereka untuk memberi dukungan dan bantuan ke pemerintah, daripada buang-buang waktu untuk kasih kritik omong kosong.

Dukungan Itu Lebih Baik

Mendukung Itu Lebih Baik

kalo kalian mau liat beritanya klik di sini:

Sejumlah Tokoh Kirim Surat Terbuka Untuk SBY

tokoh-tokoh terbaik bangsa itu adalah:

Anies Baswedan; Anita Wahid; Bambang Widodo Umar; Betti S. Alisjahbana ; Burhan Muhtadi; Danang Widoyoko; Eep Saefulloh Fattah; Eddy Swandi Hamid; Endriartono Sutarto; Erry R.  Hardjapamekas; Faisal Basri; Hamid Chalid; Ikrar Nusa Bakthi; Imam Prasodjo; Komaruddin Hidayat; M. Ichsan Loulembah; Mas Achmad Santosa; Monica Tanuhandaru; Natalia Soebagjo; Ratih Sanggarwati; Rhenald Kasali; Saldi Isra; Teten Masduki; Atika Makarim; Todung Mulya Lubis; Yenni Wahid; Yunarto Wijaya; Zainal Arifin Mochtar; Zumrotin K. Susilo.

beginilah contoh seharusnya bagaimana seharusnya semua kesalahan dikritik. kadang keburukan atau kelemahan orang lain bukan untuk dikritik tapi harus dibantu dan didukung. karena percaya sama gw ? ngurus satu negara itu gak segampang ngomong doang !

karena menurut gw dukungan itu lebih berharga daripada kritik. 

 

QR Code:

QR Code

QR Code

 

 

2 thoughts on “Negara Ini Gak Butuh Pengkritik

  1. dan dari semua nama tokoh diatas sebagian besar adalah orang-orang non partai dan profesional di bidangnya masing-masing dan peduli banget sama pendidikan. pendidikan jadi yang paling penting supaya waktu mengkritik ada dasar ilmiahnya (gaya mahasiswa lulus tka*daftar isi*) hihihi. sayangnya yang tukang kritik kadang sekolahnya ga bener malah koarnya minta ampun*antiklimaks*

    Like

  2. theresiaregina :

    dan dari semua nama tokoh diatas sebagian besar adalah orang-orang non partai dan profesional di bidangnya masing-masing dan peduli banget sama pendidikan. pendidikan jadi yang paling penting supaya waktu mengkritik ada dasar ilmiahnya (gaya mahasiswa lulus tka*daftar isi*) hihihi. sayangnya yang tukang kritik kadang sekolahnya ga bener malah koarnya minta ampun*antiklimaks*

    yoi…mungkin enak banget ya kalo di negara ini, petinggi nya saling bahu membahu satu sama lain…

    jadi mereka punya contoh yang baik ke rakyatnya..entah kapan itu bisa terjadi >> politik santun dan damai di negara ini ?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s