Matahari Senja


ingatkah kau ketika kita masih bersama dulu ?
semua begitu indah

malam yang kelam terasa seperti pagi yang cerah
dinginnya malam sehangat mentari senja
waktu yang sempit terasa begitu lapang
untuk menemani kita

tak ada satupun rasa cemas melanda
tak ada rasa gundah menghampiri
segala takut dan kecewa kita hadapi bersama

sekarang kini kita sudah tak bersama lagi…

bunga matahari yang selalu menemani kita dulu
kini telah berubah,
warnanya yang dulu secerah perasaan kita,
kini telah sekelam warna mendung hitam
yang rela menggulung segala kebahagiaan

tidak kah kau lihat dunia tak seindah dulu ?
segala senyum dan tawa kini berubah,
menjadi senyum dan tangis penuh darah

pelukanmu yang dulu sekiranya menghangatkanku
kini telah menjelma bagai sayatan belati tajam

kita memang terlahir berbeda sejak dulu,
tak pernah seorang pun yang mengira kita adalah seorang saudara
yang lahir dari rahim seorang ibu yang memberikan cahaya kebahagiaan

satu yang membuat kita sama…hati kita
kita dahulu saling memahami, mampu menutupi kekurangan masing-masing
mampu mendukung di kala kesulitan melanda

namun kini kita sudah memilih jalan masing-masing,
kita mulai hidup dengan ideologi yang terhujam di dada
tak ada seorangpun yang mampu meruntuhkan ideologi itu
walaupun sahabatmu (dulu) yang rela melakukannya

kini kita bagai matahari senja,
yang awalnya memberi kehangatan dan keindahan panorama
tapi kemudian memberikan kelamnya malam yang mencekam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s